by

Allisya Protection Plus , Asuransi Jiwa Unit Link Syariah Dari Allianz Indonesia

-Finance, News-39 views

Bergasku.com – Menurut Forbes, Allianz merupakan perusahaan asuransi terbesar di dunia dengan aset sebesar $ 1.060,2 miliar. 

Didirikan pada tahun 1890, Allianz menawarkan asuransi properti dan kecelakaan, asuransi jiwa, dan layanan manajemen aset. 

Perusahaan ini memiliki lebih dari 85 juta pelanggan di lebih dari 70 negara. Pendapatan mereka pada tahun lalu diperkirakan mencapai $ 145,7 miliar.

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia sebetulnya merupakan pasar yang cocok untuk produk Syariah, termasuk Asuransi Syariah. 

Sesuai dengan namanya, Asuransi Syariah menawarkan proteksi keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam.

Allisya Protection Plus asuransi jiwa unit link Syariah dari Allianz Indonesia. 

Asuransi ini menawarkan proteksi lengkap, metode pembayaran kontribusi yang fleksibel sesuai rencana keuangan, iuran asuransi dan ujrah administrasi yang ringan, serta pembagian surplus underwriting yang adil.

Meskipun berlandaskan syariat Islam, konsep yang diusung oleh Asuransi Syariah sangat universal, sehingga sejatinya dapat dimiliki oleh siapapun tanpa melihat latar belakang agama, suku dan ras tertentu. 

Inilah yang kemudian menyebabkan Asuransi Syariah selalu bertumbuh. Data Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) yang dirilis September 2021 menunjukkan bahwa kontribusi bruto Asuransi Syariah sepanjang kuartal kedua 2021 (April-Juni 2021) mencapai Rp11,55 triliun.

Angka ini naik 51,89% dari Rp7,6 triliun pada periode sama di tahun 2020. Kenaikan kontribusi ini praktis ikut mendongkrak pertumbuhan aset industri Asuransi Syariah, yang pada kuartal kedua 2021 mencapai Rp42,81 triliun, atau naik 29,3% dari Rp40,84 triliun pada kuartal kedua 2020.

Ciri budaya Indonesia yang sesuai dengan Asuransi Syariah

Ternyata, prinsip-prinsip syariat Islam bukan menjadi satu-satunya alasan mengapa Asuransi Syariah berkembang positif di Indonesia. 

Nilai-nilai yang terkandung dalam Asuransi Syariah juga memiliki banyak persamaan dengan budaya masyarakat Indonesia. Ini menjadi penyebab selanjutnya mengapa Asuransi Syariah diterima baik oleh masyarakat Indonesia.

Salah satu prinsip Asuransi Syariah adalah takaful, atau saling melindungi. Prinsip saling melindungi ini sesuai dengan budaya masyarakat kita. 

Contohnya, di sekitar tempat kita tinggal, ada berbagai komunitas yang mengumpulkan iuran bulanan dari anggota komunitasnya. Komunitas ini bisa berupa lingkungan RT/RW, lingkungan masjid, lingkungan keluarga, dan sebagainya.

Iuran ini kemudian akan digunakan untuk membantu meringankan kebutuhan keuangan keluarga jika ada anggota komunitas yang sakit atau meninggal dunia.

Sehingga, biaya pengobatan atau pemakaman serta persemayaman terakhir anggota yang wafat tersebut akan terbantu disertai dengan sejumlah santunan untuk keluarga, yang dananya diambil dari iuran bulanan.

Praktik saling melindungi ini ternyata sudah berlangsung lama dan menjadi ciri khas masyarakat kita. Budaya ini bahkan dilestarikan secara turun-temurun, baik di pedesaan, maupun di kota-kota besar. 

Budaya ini nyatanya bisa kita temukan pada Asuransi Syariah yang pada intinya mengusung konsep saling melindungi antar sesama anggota asuransi tersebut.

Masyarakat Indonesia juga menjunjung tinggi prinsip-prinsip keadilan. Hal ini bisa diwujudkan salah satunya dengan transparansi. 

Kedua hal ini juga selaras dengan prinsip Asuransi Syariah, di mana pengelolaan kontribusi tertuang secara transparan dalam akad/kontrak antara dana yang akan masuk ke dalam dana tabarru’, biaya pengelolaan untuk perusahaan asuransi, atau pun dana untuk investasi bagi produk asuransi jiwa unit link Syariah. 

Begitu pula pembagian bila terjadi surplus underwriting yang dituangkan secara transparan di akad. Keadilan dan transparan ini menjadi daya pikat Asuransi Syariah selanjutnya.

Allisya Protection Plus , asuransi jiwa unit link Syariah dari Allianz Indonesia.

Comment

News Feed